JURNAL FLYWHEEL https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel <div><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="/public/site/images/geraldpohan/Logo_Flywheel_+_Tuliasan.png" alt="" width="344" height="264"></div> <p style="font-size: 16px; text-align: justify; font-family: helvetica;"><a href="https://ejournal.itn.ac.id/index.php/jmmme/index" target="_blank" rel="noopener"><strong><span style="font-family: 'Arial',sans-serif; color: #105183;">Jurnal Flywheel</span></strong></a> merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Mesin S1 Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Nasional Malang sebagai sarana diseminasi dan publikasi artikel hasil penelitian di bidang teknik mesin yang meliputi bidang material, manufaktur, dan konversi energi. Artikel yang diajukan untuk diterbitkan pada <a href="https://ejournal.itn.ac.id/index.php/jmmme/index" target="_blank" rel="noopener"><strong><span style="font-family: 'helvetica',sans-serif; color: #105183;">Jurnal <span style="font-family: 'Arial',sans-serif; color: #105183;">Flywheel</span></span></strong></a>&nbsp;merupakan naskah asli dan belum pernah dipublikasikan secara tertulis pada majalah atau jurnal ilmiah dimanapun.<br><strong><a href="http://u.lipi.go.id/1599479066" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif; color: #105183;">e-ISSN : 2745-7435</span></a><br><a href="http://u.lipi.go.id/1599478694" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-family: 'Arial',sans-serif; color: #105183;">p-ISSN : 1979-5858</span></a><br></strong></p> Teknik Mesin S1 ITN Malang en-US JURNAL FLYWHEEL 1979-5858 Pengaruh Variasi Laju Aliran Udara terhadap CO pada Gasifikasi Limbah Daun dan Ranting Bambu Menggunakan Katalis Karbon Aktif dan Zeolit https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/21555 <p>Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi flowrate udara terhadap karakteristik co-gasifikasi limbah daun dan ranting bambu menggunakan gasifier tipe updraft dengan katalis karbon aktif dan zeolit. Pengujian dilakukan secara eksperimental dengan massa biomassa 1 kg untuk setiap percobaan pada lima rasio daun-ranting, yaitu 700-300, 600-400, 500-500, 400-600, dan 300-700 g. Flowrate udara ditetapkan sebesar 2; 3,5; dan 5 m/s, sedangkan karbon aktif dan zeolit masing-masing 200 g. Parameter penelitian meliputi distribusi temperatur, konsentrasi H₂, CH₄, CO, dan CO₂, serta karakteristik nyala api. Flowrate 2 m/s menghasilkan temperatur lokal tertinggi sekitar 850-870 °C, tetapi pola panas dan pembentukan gas lebih berfluktuasi. Flowrate 3,5 m/s memberikan proses yang relatif stabil dan menghasilkan nyala terkuat pada rasio 600 g daun-400 g ranting. Flowrate 5 m/s mempercepat pemanasan dan menghasilkan komposisi rata-rata gas mampu bakar terbaik pada rasio 700 g daun-300 g ranting, dengan H₂ 2.108,75 ppm, CH₄ 51.996,51 ppm, dan CO 1.700,85 ppm. Hasil menunjukkan bahwa kondisi optimum bergantung pada sasaran proses: kestabilan lebih baik pada 3,5 m/s, sedangkan produksi gas mampu bakar lebih didukung pada 5 m/s.</p> Danatama Abet Nigo Purbo Suwandono Gatot Soebiyakto Dadang Hermawan Copyright (c) 2026 Danatama Abet Nigo, Purbo Suwandono, Gatot Soebiyakto, Dadang Hermawan 2026-09-12 2026-09-12 17 2 42 50 10.36040/flywheel.v17i2.21555 Investigasi Dimensi, Komposisi, dan Pressure Molding terhadap Porositas, Konduktivitas Termal, dan Evaporation Flow pada Fin Briket Silinder https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/21438 <p class="Abstract">Penelitian ini bertujuan menginvestigasi pengaruh dimensi partikel, komposisi karbon–pengikat, dan <em>pressure</em> molding terhadap porositas, konduktivitas termal, laju perpindahan massa, laju perpindahan panas, serta laju evaporasi <em>fin</em> briket silinder berbahan arang kayu secang. Penelitian metode eksperimen dengan variasi dimensi partikel yang digunakan meliputi 40, 60, 80, dan 100 mesh, dengan variasi komposisi karbon–pengikat 95:5, 90:10, 85:15, dan 80:20, serta variasi <em>pressure</em> molding 0,25; 0,375; 0,5 dan 0,624 MPa. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan nilai porositas, konduktivitas termal, <em>mass flow</em>, <em>heat flow</em>, dan <em>evaporation flow</em> pada setiap variasi spesimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ukuran mesh, pengikat, dan <em>pressure</em> molding dapat menurunkan nilai porositas, meningkatkan konduktivitas termal, meningkatkan laju aliran massa, dan meningkatkan laju evaporasi. Variasi terbaik diperoleh pada partikel 100 mesh, komposisi karbon–pengikat 80:20, dan <em>pressure</em> molding 0,624 MPa, menghasilkan nilai porositas sebesar 19,30%, konduktivitas termal sebesar 0,49 W/m°C, laju perpindahan massa sebesar 2,83x10<sup>-3 </sup>kg/s, laju perpindahan panas sebesar 2,17 W, dan laju evaporasi sebesar 2,84x10<sup>-6</sup> kg/s. Hasil tersebut menunjukkan bahwa <em>fin</em> briket arang kayu secang berpotensi digunakan sebagai pelat penyerap panas <em>fin</em> berpori untuk meningkatkan kinerja sistem <em>solar still</em>.</p> Muhammad Hisyam Mustawa Abdy Nabil Ghifari Rustam Naharina Ayutama Zulfa Azizah Rafa Bintang Nirwan Azzura Nova Risdiyanto Ismail Copyright (c) 2026 Muhammad Hisyam Mustawa, Abdy Nabil Ghifari Rustam, Naharina Ayutama, Zulfa Azizah, Rafa Bintang Nirwan Azzura, Nova Risdiyanto Ismail 2026-09-12 2026-09-12 17 2 51 61 10.36040/flywheel.v17i2.21438 Pengendalian Kualitas Produksi Mesin Penetas Telur Menggunakan Metode Statistical Quality Control dan Failure Mode and Effect Analysis https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/21399 <p>CV. Mitra Jaya Company membuat mesin penetas telur otomatis. Mereka mengalami tingkat kecacatan produksi yang tinggi, dengan 275 unit cacat dari 2.175 unit yang diproduksi dari Oktober 2025 hingga Maret 2026. Dengan mengintegrasikan metode Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis cacat dan penyebabnya. Menurut analisis peta kendali p, proses secara statistik terkendali, dengan proporsi cacat rata-rata 12,6%. Namun, indeks kapabilitas proses satu sisi (Cpu) sebesar -0,46 menunjukkan bahwa proses tidak dapat memenuhi ambang toleransi cacat 5% yang ditetapkan perusahaan. Tiga jenis cacat utama, menurut Diagram Pareto, adalah dinamo, modul STC, dan relay time blue, yang masing-masing menyumbang 64,36% dari semua cacat. Ketidakkonsistenan kualitas bahan baku dan ketiadaan prosedur inspeksi barang masuk adalah penyebab utama, menurut analisis ikan. Hasil FMEA menunjukkan bahwa mode kegagalan secara keseluruhan berada dalam kategori risiko sangat tinggi (RPN lebih dari 200), dengan adaptor dan dinamo memiliki prioritas tertinggi (RPN 504). Rekomendasi perbaikan dirancang untuk memenuhi keterbatasan sumber daya industri kecil menengah, seperti pengadaan alat ukur sederhana, prosedur inspeksi barang masuk, dan tes bakar.</p> Ahmad Raihan Silviana Andy Hardianto Arie Restu Wardhani Copyright (c) 2026 Ahmad Raihan, Silviana, Andy Hardianto, Arie Restu Wardhani 2026-09-12 2026-09-12 17 2 62 73 10.36040/flywheel.v17i2.21399 Analisis Performa dan Efisiensi Operasional Boiler Miura SI-2500 GVS di PT XYZ https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/20547 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa dan efisiensi operasional boiler Miura SI-2500 GVS yang digunakan di PT XYZ pada Plant A-B dan Plant C. Boiler merupakan salah satu komponen utilitas penting yang berfungsi menghasilkan uap untuk berbagai kebutuhan proses seperti pemanasan dan operasi peralatan. Metode penelitian dilakukan dengan analisis data operasional aktual berupa konsumsi gas, running hours, penggunaan air softener, serta hasil uji emisi gas buang. Data dikumpulkan dari logsheet harian selama periode Agustus 2025 dan dianalisis menggunakan metode distribusi konsumsi energi berdasarkan jam operasi.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gas spesifik rata-rata sebesar 76,54 m³/jam dengan performa yang relatif sama antara Plant A-B dan Plant C. Konsumsi air softener menunjukkan perbedaan signifikan dengan rasio total 1:1,93, yang dipengaruhi oleh intensitas operasi dan kualitas air umpan. Dari sisi emisi, nilai O₂ sebesar 7,4% dan CO₂ sebesar 7,8% menunjukkan pembakaran masih dalam kondisi cukup baik, meskipun masih terdapat potensi optimasi pada excess air.</p> <p>Secara keseluruhan, boiler masih beroperasi dalam kondisi cukup efisien dan memenuhi standar operasional, namun diperlukan optimasi pada penggunaan air softener dan kontrol pembakaran untuk meningkatkan efisiensi energi serta menekan biaya operasional.</p> Bambang Soekarno Gani Rizal Hanifi Ratna Dewi Anjani Muhammad Azril Rahmaditya Firman Maulana Copyright (c) 2026 Bambang Soekarno Gani, Rizal Hanifi, Ratna Dewi Anjani, Muhammad Azril Rahmaditya, Firman Maulana 2026-09-12 2026-09-12 17 2 74 80 10.36040/flywheel.v17i2.20547 Analisis Perbandingan Kekuatan Struktur Variasi Desain Lekukan Tungkai Roda Pendaratan Depan Pesawat Tanpa Awak LSU-05 dengan Metode Elemen Hingga https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/20505 <p>Telah dilakukan perhitungan numeris terhadap roda pendaratan depan pesawat terbang tanpa awak LSU-05. Dengan 2 bentuk roda pendaratan, tipe “C” dan tipe “7” yang di variasikan dari ketebalan 7 mm sampai dengan 17 mm. Material yang di gunakan dalam uji simulasi ialah aluminium alloy 6061 T6.&nbsp; Gaya yang bekerja pada roda pendaratan depan diasumsikan sebesar 15% dari MTOW. Dari penelitian ini hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan ketebalan 7 mm dapat mendistribusika beban lebih optimal dari ketebalan 9 sampai 17 mm dengan nilai stress pada tipe “C” sebesar 94,047 Mpa dan deformasi sebesar 13,154 mm. Dan pada tipe “7” dengan ketebalan 9 mm merupakan titik seimbang yang cukup untuk menyerap kejut landing dari beban pesawat nilai stress sebesar 54,353. Mpa dan deformasi sebesar 8.6231 mm. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ke dua desain dapat memenuhi spesifikasi struktural pesawat nirawak tanpa menggunakan sistem hidrolik, murni mengandalkan elastisitas material aluminium alloy 6061 T6.</p> Daffa Ari Putra Rizal Hanifi Agus Bayu Utama Copyright (c) 2026 Daffa Ari Putra, Rizal Hanifi, Agus Bayu Utama 2026-09-12 2026-09-12 17 2 81 92 10.36040/flywheel.v17i2.20505 Analisis Kekuatan dan Penentuan Ketebalan Optimum Main Landing Gear Pesawat Terbang Tanpa Awak LSU-05 Menggunakan Finite Element Analysis https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/20504 <p class="Abstract"><span lang="EN-ID">Main Landing Gear (MLG) merupakan komponen struktural penting pada Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang berfungsi menyerap beban impak saat pendaratan serta menjaga kestabilan pesawat selama beroperasi di permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan struktur dan menentukan ketebalan optimum main landing gear UAV LSU-05 menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA). Simulasi tiga dimensi dilakukan menggunakan perangkat lunak ANSYS Workbench dengan material Aluminium Alloy 6061-T6 pada variasi ketebalan 14, 16, 18, 20, 22, 24, dan 26 mm, dengan dua kondisi pembebanan, yaitu Static Ground Load dan Extreme Landing Load. Kinerja struktur dievaluasi berdasarkan nilai tegangan von Mises, elastic strain, total deformation, dan safety factor. Selain itu, material Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) dianalisis sebagai material pembanding pada ketebalan optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan ketebalan main landing gear mampu menurunkan tegangan, regangan, dan deformasi, serta meningkatkan nilai safety factor. Pada kondisi Extreme Landing Load, ketebalan 14–18 mm menghasilkan nilai safety factor di bawah 1,0 sehingga belum memenuhi kriteria keamanan struktur. Ketebalan 20 mm ditetapkan sebagai konfigurasi optimum dengan menghasilkan tegangan von Mises maksimum sebesar 224,06 MPa, total deformation sebesar 8,57 mm, dan safety factor sebesar 1,16. Meskipun ketebalan yang lebih besar menghasilkan safety factor yang lebih tinggi, peningkatan massa struktur menyebabkan efisiensi desain menurun. Hasil perbandingan juga menunjukkan bahwa CFRP berpotensi mengurangi massa struktur tanpa mengurangi performa struktural sehingga layak dipertimbangkan sebagai material alternatif pada pengembangan main landing gear di masa mendatang.</span></p> Afrialdy Ilham Almayansyah Deri Teguh Santoso Agus Bayu Utama Yupi Andrian Copyright (c) 2026 Afrialdy Ilham Almayansyah, Deri Teguh Santoso, Agus Bayu Utama, Yupi Andrian 2026-09-12 2026-09-12 17 2 93 106 10.36040/flywheel.v17i2.20504 Analisis Komparatif Metode Carburizing terhadap Profil Difusi Karbon dan Distribusi Kekerasan Baja Karbon Rendah AISI 1018 https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/20250 <p>Baja karbon rendah AISI 1018 banyak diaplikasikan pada komponen alat dan mesin pertanian (alsintan) karena memiliki keuletan yang baik, kemudahan proses manufaktur, dan biaya produksi yang relatif rendah. Namun, rendahnya kandungan karbon menyebabkan material ini memiliki kekerasan permukaan yang terbatas sehingga rentan mengalami keausan abrasif pada penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode <em>pack carburizing</em> dan <em>gas carburizing</em> terhadap karakteristik difusi karbon, evolusi mikrostruktur, dan distribusi kekerasan. Dengan menggunakan metode eksperimen komparatif dan parameter berupa variasi temperatur 750°C, 825°C, dan 900°C serta waktu penahanan selama 60 menit. Karakterisasi dilakukan melalui pengujian <em>Micro-Hardness Vickers</em> hingga kedalaman 2700 µm dan analisis <em>Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-ray Spectroscopy</em> (SEM-EDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur mempercepat difusi karbon sehingga meningkatkan kadar karbon, pembentukan fasa martensit, dan kekerasan permukaan pada kedua metode <em>carburizing</em>. Pada temperatur 900°C, <em>gas carburizing</em> menghasilkan kekerasan permukaan tertinggi sebesar 866 HV dengan karbon mencapai 1,34%, sedangkan <em>pack carburizing</em> menghasilkan kekerasan 797 HV dengan karbon 1,19%. Selain menghasilkan lapisan martensit yang lebih homogen, <em>gas carburizing</em> juga menunjukkan kedalaman difusi karbon yang dominan dibandingkan <em>pack carburizing</em>. Sehingga mengindikasikan bahwa pengendalian atmosfer pada <em>gas carburizing</em> mampu meningkatkan efektivitas proses pengerasan permukaan baja AISI 1018 sebagai komponen alsintan.</p> Reinaldo Evan Audrey Bernardus Crisanto Putra Mbulu Febi Rahmadianto Gerald Adityo Pohan Copyright (c) 2026 Reinaldo Evan Audrey, Bernardus Crisanto Putra Mbulu, Febi Rahmadianto, Gerald Adityo Pohan 2026-09-12 2026-09-12 17 2 107 118 10.36040/flywheel.v17i2.20250 Pengendalian Korosi pada Baja melalui Rekayasa Proteksi Katodik dengan Anoda Tumbal dan Pelapisan Inhibitor https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/20184 <p>Korosi merupakan fenomena degradasi material logam yang menjadi permasalahan utama dalam bidang teknik, khususnya pada baja yang banyak digunakan di berbagai industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju korosi baja dalam media larutan HCl dengan penerapan proteksi katodik menggunakan anoda tumbal seng (Zn) dan aluminium (Al) yang dilapisi inhibitor ekstrak biji pepaya. Pengujian dilakukan dengan metode kehilangan berat (weight loss) selama periode perendaman 24 hingga 288 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan anoda tumbal mampu menurunkan laju korosi baja, dengan anoda aluminium memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan seng. Pelapisan inhibitor ekstrak biji pepaya pada anoda tumbal meningkatkan efektivitas perlindungan, yang ditunjukkan oleh penurunan laju korosi yang lebih besar. Kombinasi proteksi katodik dengan anoda tumbal aluminium dan pelapisan inhibitor ekstrak biji pepaya memberikan perlindungan terbaik dengan laju korosi terendah (0,00040 mmpy pada 288 jam). Senyawa aktif dalam ekstrak biji pepaya seperti tanin dan flavonoid berperan dalam membentuk lapisan pelindung melalui proses adsorpsi pada permukaan logam. Penelitian ini memberikan alternatif metode pengendalian korosi yang efektif dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah biji pepaya sebagai inhibitor alami.</p> Ivan Wahyu Hidayatullah Ira Kusumaningrum Mualifi Usman Copyright (c) 2026 Ivan Wahyu Hidayatullah, Ira Kusumaningrum, Mualifi Usman 2026-09-12 2026-09-12 17 2 119 131 10.36040/flywheel.v17i2.20184 Rancang Bangun Mesin Pengupas Sabut Kelapa Menggunakan Pisau Bergirigi Dengan Daya 2 HP https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/20139 <p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun mesin pengupas sabut kelapa menggunakan pisau bergirigi berdaya 2 Hp yang tepat guna bagi petani dan usaha kecil menengah (UKM). Latar belakang penelitian didasarkan pada masih tingginya ketergantungan terhadap metode pengupasan manual yang tidak efisien, berisiko tinggi, dan berkapasitas rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi studi literatur, perancangan desain dengan Autocad, perhitungan komponen teknis (daya motor, torsi, poros transmisi), pembuatan mesin, serta pengujian kinerja pada kelapa tua dengan variasi berat 1 kg, 1,5 kg, dan 2 kg. Hasil perhitungan menunjukkan daya motor yang diperlukan sebesar 1,8 kW, torsi 37.662 <a href="https://kg.mm/">kg.mm</a>, dan diameter poros transmisi 32 mm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin mampu mengupas kelapa dengan waktu rata-rata 3 detik untuk berat 1 kg, 4 detik untuk 1,5 kg, dan 6 detik untuk 2 kg. Dengan demikian, mesin ini mampu meningkatkan efisiensi pengupasan secara signifikan dibandingkan metode manual. Kesimpulan penelitian ini adalah mesin pengupas sabut kelapa dengan pisau bergirigi daya 2 Hp layak digunakan sebagai teknologi tepat guna bagi UKM karena sederhana, murah, dan cepat</p> Muhammad Faisal Kadariono Mualifi Usman Copyright (c) 2026 Muhammad Faisal, Kadariono, Mualifi Usman 2026-09-12 2026-09-12 17 2 132 138 10.36040/flywheel.v17i2.20139 Analisis Perawatan Berbasis Keandalan Sistem Pendingin Main Engine pada KMP Madani Nusantara https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/20073 <p>Sistem pendingin main engine merupakan komponen vital yang mengendalikan temperatur mesin induk. Gangguan pada sistem ini dapat menyebabkan&nbsp;<em>overheating</em>, penurunan performa, hingga kerusakan komponen utama. Penelitian ini menganalisis tingkat keandalan sistem pendingin serta mengidentifikasi komponen kritis dan strategi perawatan yang tepat menggunakan FMEA, FTA, RBD, dan simulasi Monte Carlo dengan perangkat lunak Relyence berdasarkan data historis kegagalan periode 15 April 2024–25 April 2026. Hasil FMEA menetapkan&nbsp;<em>cooler</em>&nbsp;sebagai komponen paling kritis dengan RPN:144, diikuti&nbsp;<em>valve</em>&nbsp;(108) dan pompa air laut (75). Analisis FTA menemukan <em>minimum cut set</em>, dengan&nbsp;<em>cooler</em>,&nbsp;<em>strainer</em>, dan&nbsp;<em> thermostat </em>&nbsp;termasuk orde 1 artinya kegagalan tunggal pada salah satu komponen tersebut sudah cukup menyebabkan hilangnya fungsi pendinginan. Simulasi 5.000 jam operasi menghasilkan MTTF 2.877,64 jam, MTBF 431,42 jam, dan&nbsp;<em>steady state availability</em>&nbsp;98%. Reliabilitas menurun signifikan setelah 2.000 jam dan mencapai nol pada 4.600 jam, namun&nbsp;<em>availability</em>&nbsp;tetap stabil di atas 98%. Rekomendasi perawatan prioritas meliputi pembersihan kerak dan inspeksi <em>fouling</em>&nbsp;pada&nbsp;<em>cooler</em>, pemeriksaan rutin&nbsp;<em>impeller</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>bearing</em>&nbsp;pompa, serta pembersihan berkala&nbsp;<em>strainer</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>sea chest</em>. Penerapan&nbsp;<em>preventive maintenance</em>&nbsp;terjadwal diharapkan dapat meningkatkan keandalan, ketersediaan sistem, dan meminimalkan risiko kegagalan operasional.</p> Siti Aswidia Yanti Surya Hariyanto Copyright (c) 2026 Siti Aswidia Yanti, Surya Hariyanto 2026-09-12 2026-09-12 17 2 139 148 10.36040/flywheel.v17i2.20073 Perancangan Mesin Pengayak Pasir Rotari dengan Sudut Kemiringan Ayakan 15° Menggunakan Mesh 10 dengan Motor Listrik 190 W https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/19377 <p>Pasir sebagai material utama konstruksi seringkali masih bercampur dengan kerikil dan batu, sehingga perlu diayak terlebih dahulu. Proses pengayakan konvensional dinilai lambat, melelahkan, dan kurang efektif. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun mesin pengayak pasir rotari mekanis dengan sudut kemiringan ayakan 15°, menggunakan saringan mesh 10, serta motor listrik 190 watt. Metode penelitian meliputi observasi, identifikasi masalah, studi pustaka, perancangan desain dengan AutoCAD 2020, pembuatan mesin, dan uji coba sebanyak tiga kali menggunakan sampel pasir basah 20 kg. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata pasir halus yang dihasilkan sebesar 13,63 kg (68,191%) dan pasir kasar (kerikil) sebesar 6,31 kg (42,888%) dengan waktu pengayakan rata-rata 3,53 menit. Seluruh komponen seperti motor dinamo, tabung ayakan, poros, puli, sabuk V-belt, dan jaring ayakan berfungsi dengan baik. Dengan demikian, mesin pengayak pasir rotari ini mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemisahan pasir, serta menjadi solusi teknologi tepat guna bagi masyarakat, khususnya dalam pekerjaan plesteran dinding.</p> Ahmad Asrori Ainur Robby Mualifi Usman Muhammad Fakhrurrozi Copyright (c) 2026 Ahmad Asrori Ainur Robby, Mualifi Usman, Muhammad Fakhrurrozi 2026-09-12 2026-09-12 17 2 149 155 10.36040/flywheel.v17i2.19377 Optimasi Inspeksi Turbocharger MET 42 SD dengan Risk-Based Inspection dan Condition-Based Maintenance https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/19008 <p>Penelitian ini bertujuan mengoptimasi interval inspeksi <em>Turbocharger</em> MET 42 SD pada MT. GERALDINE dengan mengintegrasikan metode <em>Risk Based Inspection</em> (RBI) dan <em>Condition Based Maintenance</em> (CBM) kualitatif. Meskipun penelitian sebelumnya telah membahas RBI pada sistem perpipaan dan <em>Pressure Vessel</em>, penerapan RBI-CBM secara terintegrasi pada <em>Turbocharger</em> kapal niaga dengan keterbatasan data getaran <em>Real-time</em> masih sangat terbatas. Penelitian ini mengisi celah tersebut dengan menawarkan kerangka kerja adaptif berbasis data monitoring kapal dan penilaian kru berpengalaman. Data dikumpul melalui dokumen monitoring kapal dan kusioner kru kapal. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) kondisi <em>Bearing</em> “Aus Ringan” dengan <em>Axial Clearance</em> 0,15 mm; (2) nilai getaran 15-20 mm/s berada pada <em>Zona “Unacceptable”</em> menurut ISO 10816-3; (3) tekanan <em>Scavenge</em> turun 69% saat <em>Surging</em>; dan (4) <em>Dynamic balancing</em> perlu kalibrasi ulang. Berdasarkan adaptasi prinsip API 581, <em>Probability of Failure</em> (PoF) = 0,60 dan <em>Consequence of Failure</em> (CoF) = 0,86 menghasilkan level risiko sedang-tinggi (0,516). Penelitian merekomendasikan pemangkasan interval inspeksi: inspeksi visual dan oli menjadi 1.000 jam, pengukuran getaran menjadi 1.500 jam, dan <em>Overhaul</em> menjadi 6.000 jam.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> Moh. Aghib Surya Hariyanto Copyright (c) 2026 Moh. Aghib, Surya Hariyanto 2026-09-12 2026-09-12 17 2 156 163 10.36040/flywheel.v17i2.19008 Proses Produksi Mesin Jig Seat Assy X Covering di PT Habibi Maulana Teknik https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/19002 <p>Perkembangan teknologi otomasi di sektor industri manufaktur terus meningkat seiring dengan tuntutan efisiensi dan kualitas produk. Penelitian ini membahas proses produksi mesin jig seat assy x covering di PT Habibi Maulana Teknik yang mengintegrasikan sistem mekanik, pneumatik, dan kontrol berbasis PLC Mitsubishi FX5U. Mesin jig berfungsi sebagai alat bantu positioning dan clamping komponen seat dalam industri otomotif. Sistem kontrol menggunakan PLC untuk mengatur urutan kerja secara otomatis berdasarkan input sensor limit switch dan proximity sensor. Panel kontrol yang dirancang memuat komponen MCB, relay, circuit protector, dan terminal block. Hasil menunjukkan bahwa integrasi sistem otomasi pada mesin jig mampu meningkatkan akurasi, konsistensi kualitas, dan efisiensi waktu produksi, serta mengurangi human error dibandingkan sistem manual.</p> Firman Maulana Rizal Hanifi Ujiburrahman Copyright (c) 2026 Firman Maulana, Rizal Hanifi, Ujiburrahman 2026-09-12 2026-09-12 17 2 164 171 10.36040/flywheel.v17i2.19002 Analisis Pengaruh Variasi Diameter Pipa Buang terhadap Distribusi Temperatur dan Penurunan Tekanan Menggunakan Simulasi CFD https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/18953 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan </span></span></span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">overheat</span></span></span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> pada mesin induk kapal TB Permata 999 akibat penggunaan Diameter pipa buang yang tidak optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh variasi Diameter pipa buang terhadap temperatur </span></span></span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">outlet</span></span></span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dan Penurunan Tekanan buang gas serta menentukan Diameter optimal untuk mengatasi </span></span></span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">overheat</span></span></span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Metode yang digunakan adalah </span></span></span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Computational Fluid Dynamics (CFD)</span></span></span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dengan perangkat lunak </span></span></span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">ANSYS CFX</span></span></span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Variasi Diameter yang dikaji meliputi 8”,10”,12”,14”dan 16”. Simulasi dilakukan pada pipa sepanjang 7 meter yang dilengkapi dengan tiga buah </span></span></span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">elbow</span></span></span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> 90° menggunakan material pipa baja hitam dengan konduktivitas termal sebesar 45 W/m·K. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan Diameter pipa buang dari 8” menjadi 16” menurunkan temperatur </span></span></span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">outlet</span></span></span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> gas dari 427,9°C menjadi 236,1°C, atau sebesar 191,8°C. 69,625 Pa menjadi 4,008 Pa atau penurunan sebesar 94%. Praktis Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan penggunaan diameter pipa pembuangan minimal 14” untuk mencegah overheat pada mesin induk kapal </span></span></span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">tugboat,</span></span></span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> yang berimplikasi pada peningkatan umur komponen mesin dan pengurangan risiko operasional.</span></span></span></span></p> Jasmita Nurdin Surya Hariyanto Copyright (c) 2026 Jasmita Nurdin, Surya Hariyanto 2026-09-12 2026-09-12 17 2 172 181 10.36040/flywheel.v17i2.18953 Pengaruh Modifikasi Pengapian Contact Point menjadi Direct Ignition terhadap Emisi Gas Buang pada Engine 5K https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/18912 <p class="Abstract">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modifikasi sistem pengapian dari <em>contact point</em> menjadi <em>direct ignition</em> (DI) terhadap emisi gas buang pada <em>engine</em> 5K. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan membandingkan dua kondisi sistem pengapian, yaitu <em>contact point</em> dan <em>direct ignition</em> (DI), melalui pengujian emisi gas buang yang meliputi Karbon monoksida (CO), Hidrokarbon (HC), dan Oksigen (O₂). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem <em>direct ignition</em> mampu menurunkan emisi CO sebesar 0,2–0,8% dan HC sekitar 201,5 ppm vol, serta menurunkan kadar O₂. Perubahan tersebut mengindikasikan peningkatan kualitas proses pembakaran yang lebih sempurna. Selain itu, nilai emisi CO yang dihasilkan masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 8 Tahun 2023. Demikian, modifikasi sistem pengapian <em>contact point</em> menjadi <em>direct ignition</em> (DI) terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi pembakaran dan menurunkan emisi gas buang, sehingga berpotensi menjadi solusi teknis dalam pengendalian pencemaran udara pada kendaraan dengan teknologi <em>engine</em> lama.</p> <p class="Abstract">Kata Kunci: Pengapian <em>contact point</em>, Pengapian <em>direct ignition</em> (DI), Emisi gas buang, dan <em>Engine</em> Toyota 5K.</p> Tiana Nurhaliza Yusep Sukrawan Ridwan Adam M. Noor Muhamad Rafi Arrahman Copyright (c) 2026 Tiana Nurhaliza, Yusep Sukrawan, Ridwan Adam M. Noor, Muhamad Rafi Arrahman 2026-09-12 2026-09-12 17 2 182 190 10.36040/flywheel.v17i2.18912 Evaluasi Kinerja Proses Pengeringan pada Rotary Dryer Berbasis Furnace di Pabrik NPK G1 PT X, Y, Z https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/18792 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja proses pengeringan pada rotary dryer berbasis furnace di Pabrik NPK G1 PT X,Y,Z. Proses pengeringan memiliki peran penting dalam menurunkan kadar air granul pupuk agar memenuhi standar mutu produk. Metode penelitian dilakukan melalui observasi langsung terhadap parameter operasi, meliputi suhu inlet dan outlet dryer, deviasi suhu terhadap setpoint furnace, serta perubahan kadar air material. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menghitung selisih suhu (ΔT), deviasi suhu, dan penurunan kadar air (moisture reduction). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu inlet berada pada kisaran 378–392 °C dengan deviasi −7 °C hingga +7 °C, yang mengindikasikan kestabilan sistem furnace. Nilai ΔT sebesar 137–141 °C menunjukkan perpindahan panas yang efektif. Kadar air produk berhasil diturunkan dari sekitar 6% menjadi 1,07–2,06% dengan persentase penurunan hingga 82,42%. Secara keseluruhan, kinerja rotary dryer berbasis furnace dinilai efektif dan mampu menghasilkan produk sesuai standar industri, meskipun pengendalian suhu tetap diperlukan untuk menjaga kualitas dan mencegah kerusakan material.</p> Indra Mulyadi Rizal Hanifi Farradina Choria Suci Muhammad Ersa Abdullah Copyright (c) 2026 Indra Mulyadi, Rizal Hanifi, Farradina Choria Suci, Muhammad Ersa Abdullah 2026-09-12 2026-09-12 17 2 191 198 10.36040/flywheel.v17i2.18792 Perancangan Alat Pendeteksi Tingkat Kelembapan Tanah dan Penyiraman Otomatis Berbasis Arduino Uno dan Sensor Kelembapan Tanah pada Tanaman Kedelai https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/18588 <p class="Abstract">Kedelai merupakan salah satu komoditas pertanian strategis yang memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Namun, rendahnya produktivitas kedelai di Indonesia menjadi permasalahan yang masih dihadapi, salah satunya disebabkan oleh kurang optimalnya sistem penyiraman akibat tidak terpantau secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan alat pendeteksi kelembaban tanah berbasis Arduino Uno dan sensor soil moisture guna membantu petani dalam menentukan waktu penyiraman yang tepat. Alat ini bekerja dengan mendeteksi kadar air dalam tanah menggunakan sensor YL-69/FC-28, mengolah data melalui mikrokontroler Arduino Uno, dan menampilkan hasil kelembaban tanah pada LCD 16x2. Berdasarkan kategori nilai analog, sistem dapat mengidentifikasi kondisi tanah (kering, lembab, basah) serta mengaktifkan pompa air secara otomatis jika diperlukan. Hasil kalibrasi dan pengujian menunjukkan bahwa alat ini mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mendukung pertumbuhan optimal tanaman kedelai. Sistem ini diharapkan menjadi solusi teknologi sederhana, ekonomis, dan aplikatif dalam bidang pertanian presisi, khususnya pada skala kecil hingga menengah.</p> Deni Muhamad Muij Nanang Burhan Ratna Dewi Anjani Copyright (c) 2026 Deni Muhamad Muij, Nanang Burhan, Ratna Dewi Anjani 2026-09-12 2026-09-12 17 2 199 208 10.36040/flywheel.v17i2.18588 Pengaruh Laju Aliran Gas Argon dan Kuat Arus Pengelasan TIG terhadap Kekuatan Tarik Baja Karbon Rendah ST37 https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/18489 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Dengan perkembangan teknologi di bidang konstruksi, pengelasan telah menjadi landasan awal dalam proses pembangunan. Pengelasan argon adalah salah satu jenis pengelasan busur yang menggunakan elektroda yang tidak meleleh. Kuat arus dalam pengelasan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Tungsten Inert Gas (TIG)</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> salah satu parameter kritis yang mempengaruhi kualitas hasil pengelasan. Kekuatan tarik adalah sifat material mekanis yang mengukur kemampuan material tersebut untuk menahan gaya tarik atau tegangan sebelum terjadi patah atau kerusakan. Metode yang digunakan adalah anova dengan variabel penelitian suatu atribut sifat atau nilai obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel independen marupakan variabel laju aliran gas argon 5, 10, 15 liter/menit dan kuat arus 80A, 90A, 100A. Dari tingkat kesalahan (α) yaitu 5% (0,05) menunjukkan terdapat pengaruh aliran laju gas terhadap kekuatan tarik, hal ini dapat dilihat dari nilai F </span></span><sub><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">hitung</span></span></sub><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> sebesar 5.182 dan F </span></span><sub><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">tabel</span></span></sub><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> menunjukkan pada 3,55, sementara variabel kuat arus menunjukkan terdapat pengaruh pada kekuatan tarik, karena hasil uji menunjukkan nilai F </span></span><sub><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">hitung</span></span></sub><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> sebesar 6.818 pada F </span></span><sub><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">tabel</span></span></sub><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> juga menunjukkan hasil 3,55, dan variabel interaksi antara laju aliran gas dan arus kuat tidak terdapat pengaruh kekuatan tarik karena F </span></span><sub><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">hitung</span></span></sub><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> sebesar 0,545 sedangkan F </span></span><sub><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">tabel</span></span></sub><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> sebesar 2,93.</span></span></p> Mualifi Usman Anang Wahyu Setyawan Ahmad Asrori Ainur Robby Copyright (c) 2026 Mualifi Usman, Anang Wahyu Setyawan, Ahmad Asrori Ainur Robby 2026-09-12 2026-09-12 17 2 209 215 10.36040/flywheel.v17i2.18489 Sintesis dan Karakterisasi Hidroksiapatit (HAp) dari Cangkang Landak Laut (Arbacia tripneustes) Menggunakan Metode Presipitasi https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/18131 <p class="Abstract">Hidroksiapatit (HAp) merupakan biokeramik yang memiliki kemiripan struktural dengan mineral tulang manusia dan banyak diaplikasikan dalam rekayasa jaringan keras. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis hidroksiapatit dari cangkang landak laut (<em>Arbacia tripneustes</em>) menggunakan metode presipitasi dengan variasi rasio penambahan fosfat, serta mengkarakterisasi struktur kristal, gugus fungsi, morfologi, dan rasio molar Ca/P yang dihasilkan. Cangkang landak laut dikalsinasi pada suhu 1000°C selama 6 jam untuk menghasilkan CaO, kemudian direaksikan dengan <em>ammonium dihydrogen phosphate</em> ((NH₄)H₂PO₄) pada dua variasi berat fosfat (VF 1: 3,53 g dan VF 2: 3,90 g). Karakterisasi dilakukan menggunakan XRD, FTIR, dan XRF. Hasil XRD mengonfirmasi terbentuknya fasa hidroksiapatit dan fasa β-TCP pada kedua variasi dengan rata-rata ukuran kristal masing-masing sebesar 40,1350 nm hingga 36,3572 nm. Hasil FTIR menunjukkan keberadaan gugus OH⁻, PO₄³⁻, dan CO₃²⁻ yang khas pada hidroksiapatit. Berdasarkan hasil XRF, rasio molar Ca/P yang paling mendekati nilai stoikiometri ideal (1,67) diperoleh pada VF 1 yaitu sebesar 1,63.</p> Nur Indah Wulandari Sumarsono Kardiman Firda Aulya Syamani Syafrie Syamsudin Affandi Muhamad Nanda Abdullah Eri Widianto Copyright (c) 2026 Nur Indah Wulandari Sumarsono, Kardiman, Firda Aulya Syamani, Syafrie Syamsudin Affandi, Muhamad Nanda Abdullah, Eri Widianto 2026-09-12 2026-09-12 17 2 216 224 10.36040/flywheel.v17i2.18131 Analisis Pengendalian Kualitas Produksi Komponen 246320-0810 Menggunakan Metode Plan–Do–Check–Act (PDCA) di PT XYZ https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/18091 <p class="Abstract"><span lang="EN-ID">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas pada produksi komponen karet <em>Part</em> 246320-0810 berbahan <em>Ethylene Propylene Diene Monomer</em> (EPDM) E-1443 di PT. XYZ. Permasalahan utama yang ditemukan adalah adanya berbagai jenis cacat produk pada proses <em>injection molding</em> yang berdampak pada efisiensi dan biaya operasional. Metode <em>Plan-Do-Check-Act</em> (PDCA) digunakan sebagai kerangka kerja perbaikan berkelanjutan dengan dukungan alat analisis berupa diagram Pareto dan <em>fishbone</em> untuk mengidentifikasi akar masalah. Data produksi periode Oktober 2024 hingga Januari 2025 menunjukkan tingkat cacat rata-rata sebesar 2,81%. Langkah perbaikan yang diimplementasikan meliputi optimasi parameter mesin, perawatan rutin pada <em>mold</em> dan <em>nozzle</em>, serta standarisasi kerja operator. Hasil evaluasi setelah penerapan siklus PDCA menunjukkan adanya penurunan tingkat kecacatan dan peningkatan stabilitas proses yang signifikan. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan metode PDCA secara sistematis efektif dalam menekan jumlah produk cacat dan meningkatkan produktivitas manufaktur pada mesin produksi.</span></p> Adam Jaya Jamas Rizal Hanifi Ujiburrahman Copyright (c) 2026 Adam Jaya Jamas, Rizal Hanifi, Ujiburrahman 2026-09-12 2026-09-12 17 2 225 239 10.36040/flywheel.v17i2.18091 Pengaruh Variasi Diameter 12–14 Inci terhadap Performa Aerodinamika Propeler NACA 0012: Simulasi Dinamika Fluida Komputasional (CFD) https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/18073 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi diameter <em>propeller</em> terhadap performa aerodinamika menggunakan simulasi <em>Computational Fluid Dynamics</em> (CFD). Latar belakang penelitian adalah inefisiensi metode <em>trial and error</em> dalam pemilihan <em>propeller</em> yang memakan biaya dan waktu, sehingga diperlukan pendekatan numerik untuk optimasi desain. Tiga variasi diameter <em>propeller</em> dengan profil <em>airfoil</em> NACA 0012, yaitu 12 inci, 13 inci, dan 14 inci, disimulasikan pada putaran konstan 6000 rpm dan kecepatan udara masuk 2 m/s menggunakan <em>software</em> Ansys Fluent dengan model turbulensi k-epsilon. Parameter yang dianalisis meliputi gaya angkat, distribusi tekanan, dan distribusi kecepatan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan diameter propeller berkorelasi positif terhadap peningkatan gaya angkat, dengan nilai berturut-turut 9,45891 N, 12,2501 N, dan 17,1737 N. Tekanan maksimum dan kecepatan maksimum juga meningkat seiring bertambahnya diameter, masing-masing dari 2241,87 Pa menjadi 6511,42 Pa dan dari 106,772 m/s menjadi 188,625 m/s. Visualisasi <em>streamline</em> mengindikasikan pembentukan tip vortex yang lebih jelas pada diameter 14 inci. Berdasarkan hasil tersebut, propeller 14 inci menghasilkan gaya angkat tertinggi, namun pemilihan diameter optimal perlu mempertimbangkan aspek efisiensi energi dan kebutuhan manuver. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemilihan <em>propeller</em> berbasis simulasi untuk pengembangan <em>drone</em>.</p> Syafrie Syamsudin Affandi Rizal Hanifi Ujiburrahman Nur Indah Wulandari Sumarsono Copyright (c) 2026 Syafrie Syamsudin Affandi, Rizal Hanifi, Ujiburrahman, Nur Indah Wulandari Sumarsono 2026-09-12 2026-09-12 17 2 240 251 10.36040/flywheel.v17i2.18073 Evaluasi Suhu, Waktu, dan Sealing Cup Saus Pada Mesin Filler Cup https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/18966 <p>Perkembangan industri makanan dan minuman menuntut penerapan proses produksi yang efektif serta sistem pengemasan yang mampu menjaga mutu dan keamanan produk. Salah satu tahapan penting dalam proses tersebut adalah sealing pada mesin filler cup, yang berfungsi untuk memastikan kemasan tertutup secara sempurna dan tidak mengalami kebocoran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi suhu dan waktu terhadap kualitas penyegelan cup saus menggunakan aluminium foil lid pada mesin filler cup. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi suhu 140°C, 150°C, dan 175°C serta waktu pengepresan 3, 4, dan 5 detik. Evaluasi dilakukan berdasarkan tingkat kerekatan penutup dan ada atau tidaknya kebocoran pada kemasan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut berpengaruh nyata terhadap kualitas hasil sealing. Penggunaan suhu yang terlalu rendah menyebabkan foil tidak menempel dengan sempurna, sedangkan suhu yang terlalu tinggi berpotensi merusak material cup dan penutup. Selain itu, durasi pengepresan yang terlalu singkat maupun terlalu lama juga menghasilkan kualitas penyegelan yang kurang baik. Kondisi optimal diperoleh pada suhu 150°C dengan waktu pengepresan 4 detik, yang menghasilkan sealing kuat, rapi, dan bebas kebocoran. Perubahan tinggi sealing dari 10 cm menjadi kombinasi 7 cm, 7 cm, dan 9 cm juga terbukti meningkatkan kualitas hasil serta memudahkan proses pembukaan kemasan.</p> Alvian Dwi Yulianto Iwan Nugraha Gusniar Jojo Sumarjo Viktor Naubnome Copyright (c) 2026 Alvian Dwi Yulianto, Iwan Nugraha, Jojo Sumarjo, Viktor Naubnome 2026-09-13 2026-09-13 17 2 252 259 10.36040/flywheel.v17i2.18966 Pengaruh Konsentrasi Silane Coupling Agent terhadap Sifat Mekanik Komposit Epoksi Berpenguat Serbuk Batang Sagu https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/20045 <p class="Abstract"><span lang="EN-ID" style="color: black;">Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi silane coupling agent (SCA) terhadap sifat mekanik, terutama kekuatan lentur dan impak, dari komposit epoksi berpenguat serbuk batang sagu. Penelitian ini menggunakan matriks epoksi dengan fraksi volume (vf) 60%, penguat serbuk batang sagu berukuran 20 dan 40 mesh dengan fraksi volume 40%, hardener EPH 555, dan SCA yang difungsikan sebagai vinil dengan konsentrasi 0%, 3%, dan 5%. Matriks resin, serbuk batang sagu, SCA, dan pengeras EPH 555 dicampur dan dituang ke dalam cetakan. Pengujian kekuatan bending mengikuti standar ASTM D790; spesimen uji berukuran panjang 127 mm, lebar 12,7 ± 0,2 mm, dan tebal 3,2 ± 0,2 mm. Pengujian kekuatan impak menggunakan standar ASTM D5941; benda uji berukuran panjang 80 ± 2 mm, lebar 10,0 ± 0,2 mm, dan tebal 4,0 ± 0,2 mm. Scanning electron microscopy (SEM) dilakukan untuk menganalisa permukaan patahan dan untuk menentukan ikatan antara permukaan serat dan matriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 5% SCA meningkatkan kekuatan impak komposit serbuk epoksi-sagu sebesar 29,26% dan kekuatan lentur sebesar 68,5%. Komposit tanpa SCA memiliki densitas 1,4 g/cm³, sedangkan komposit dengan 3% dan 5% SCA masing-masing mencapai densitas 1,55 g/cm³ dan 1,65 g/cm³. Kepadatan meningkat sebesar 10,71% pada konsentrasi SCA 3% dan 17,86% pada konsentrasi 5% dibandingkan dengan komposit tanpa SCA. Penambahan SCA meningkatkan daya rekat, kekuatan lentur, kekuatan impak, dan densitas material komposit.</span></p> Suwantri Siswanto Andi Prasetyo Kusuma Dewi Copyright (c) 2026 Suwantri, Siswanto, Andi Prasetyo, Kusuma Dewi 2026-09-14 2026-09-14 17 2 260 269 10.36040/flywheel.v17i2.20045 Studi Ekperimental Machining Environment Terhadap Konsumsi Daya dan Suhu Pada Pemesinan Milling Aluminium Alloy 6061 https://www.ejournal.itn.ac.id/flywheel/article/view/21485 <p>Proses pemesinan milling aluminium 6061 memerlukan optimasi parameter pemotongan dan teknik pendinginan untuk meningkatkan efisiensi energi serta kualitas hasil pemesinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kecepatan spindel 1.500 – 2.500 rpm serta machining environment (dry, flood, dan minimum quantity lubrication) terhadap suhu pemesinan, konsumsi daya serta morfologi tatal (chips). Pengujian eksperimental dilakukan pada mesin EMCO CNC 3A menggunakan pahat carbide end mill 3-flute berdiameter 6 mm dengan kedalaman pemakanan dijaga konstan 0,50 mm dan laju pemakanan 250 mm/menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan spindel berbanding lurus dengan kenaikan suhu pemesinan, daya potong, dan daya tanpa pemotongan. Pemilihan teknik pendinginan dan pelumasan yang tepat dapat dijadikan sebagai strategi green machining yang hemat energi dan ramah lingkungan dalam mewujudkan proses pemesinan berkelanjutan.</p> Ahmad Imam Rifa'i Zainuri Anwar Muhammad Irfan Dzaky Aril Triansyah Nakola Saputra Copyright (c) 2026 Ahmad Imam Rifa'i, Zainuri Anwar, Muhammad Irfan Dzaky, Aril Triansyah, Nakola Saputra 2026-09-30 2026-09-30 17 2 270 278 10.36040/flywheel.v17i2.21485