INFOMANPRO https://www.ejournal.itn.ac.id/infomanpro <p style="text-align: center;"><a href="https://ejournal.itn.ac.id/index.php/infomanpro/index"><img src="https://i.ibb.co/zPPytML/wdwd.png" alt="wdwd" border="0"></a></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang en-US INFOMANPRO 2774-7956 Kombinasi Filter Bertingkat dan Wetlands Dapat Mengurangi Senyawa Organik Dalam Limbah Blackwater https://www.ejournal.itn.ac.id/infomanpro/article/view/18706 <p>Domestic wastewater treatment on a laboratory scale using an aerobic reactor. The variables studied include several variations, namely the residence time on the filter (5, 10, and 15 minutes) which is then flowed to the plant for a single time (2, 4, 6 days). The observed response is the COD concentration of domestic wastewater starting from the aerobic enfluent to determine the efficiency of COD reduction. Observations were carried out under conditions considered steady state, which in this study was one residence time. The main variable observed in this study was COD (Chemical Oxygen Demand) through a laboratory test process. The purpose of this study is to improve the quality of domestic wastewater from communal blackwater (WWTP) through filtration and continued with wetlands. With the presence of wetlands, in addition to improving the quality of wastewater, it is also expected to reduce unpleasant odors. The data analysis method used is Linear Regression with the help of the SPSS program. The results of the study showed a decrease in COD at a residence time of 15 minutes - 6 days. Chemical Oxygen Demand (COD), from the results of the study showed that the results of the relationship between observation time and COD parameters in vetiver plants showed that there was a significant influence between observation time and COD parameters with a 5 percent error rate. The time coefficient of -2,700 indicates that every 1 minute there will be a decrease in COD in vetiver plants by 2,700 mg/L.</p> Lies Kurniawati Wulandari Maranatha Wijayaningtyas Copyright (c) 2026 INFOMANPRO 2026-04-30 2026-04-30 15 1 1 8 10.36040/infomanpro.v15i1.18706 STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR ATAS BANGUNAN GEDUNG FAKULTAS ILMU KOMPUTER UB MENGGUNAKAN SISTEM GANDA https://www.ejournal.itn.ac.id/infomanpro/article/view/20298 <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>In this planning, the Brawijaya Computer Science Building is designed using a dual system, namely a combination of the SRPMK structural system and shear walls. The standards used as guidelines include SNI 1727-2020, SNI 1726-2019, SNI 2847-2019, and SNI 2025-2017. The data used in the calculations consists of planning drawings and soil data, which then serve as the basis for preliminary calculations of structural elements. 3D Structural Analysis was performed using ETABS 18 software, from which the column dimensions were 950 x 950 mm2, the main beams consisted of B1 400X600 B2 250 X 300 and B3 250 x 300 while the child beams consisted of BA1 350 X 600, BA2 250 X 300 and BA3 200 X 300. The floor slab thickness was 100 mm and the shear walls had dimensions of 4550 x 950 mm.</p> Yanuarius Seke vega aditama Ester Priskasari I Nyoman Sudiasa Deviani Kartika Copyright (c) 2026 INFOMANPRO 2026-06-30 2026-06-30 15 1 9 19 10.36040/infomanpro.v15i1.20298 KALIBRASI ALAT UKUR DEBIT PADA MODEL SALURAN DENGAN RECHBOX (HULU) DAN THOMPSON (HILIR) https://www.ejournal.itn.ac.id/infomanpro/article/view/20299 <p>Measure instrument of discharge in this experiment was calibrated before the experiment took place, in order to decrease the experiment relative error smaller&nbsp;&nbsp; than 5%. Physical model of distribution box has ratio 1 : 1 in prototype and it has used verification in order to get result carefulness that fulfils the prerequisite. There are three conditions in this testing, that is one channel operations, three channels operation and three channels operation with discharge plan on two channels (right and left) and one door operation to frontal side. It using six variations discharge testing to stream flow type respectively on distribution box in order to get discharge distribution pattern. One channel has gotten the same headwaters discharge and downstream discharge. Three channels has gotten discharge coefficient (Cd) 0.56 and friction coefficient (f) 0.046, where as discharge distribution has gotten ratio 11.44%, 71.24% and 18.35% (no door). Three channels that using door has gotten discharge distribution in ratio 12.68%, 65.89%, and 21.05% (a = 4 cm, frontal) and 11.77%, 68.90% and 19.33% (a = 8 cm, frontal) on discharge plan has gotten equation on pipe one y = 0.1097 (h) <sup>1.4901</sup> and on&nbsp; pipe three y = 0.1017 (h) <sup>1.566</sup>, with the result that discharge that happen is reasonable to pipe diameter, discharge variation and high variation of opening door (a)</p> Lies Kurniawati Wulandari Maranatha Wijayaningtyas vega aditama Copyright (c) 2026 INFOMANPRO 2026-06-25 2026-06-25 15 1 20 26 10.36040/infomanpro.v15i1.20299 Regulasi Maintenant Ketebalan Sedimentasi dan Analisis sebaran Kolam Retensi Rolak 70 https://www.ejournal.itn.ac.id/infomanpro/article/view/12147 <p>Sebaran sedimentasi sangat berpengaruh pada penyebaran arus. Simulasi ini dilakukan untuk mengetahui pola penyebaran sedimen yang terjadi. Hasil dari simulasi penyebaran sedimen ini adalah pola sebaran sedimen dengan kondisi saat Sungai mengalami debit puncak di tahun 2022 dan perubahan dasar Perairan. Pada simulasi transpor sedimen ini dipilih modul transpor sedimen karena di wilayah ini memiliki ukuran butir D50 dengan menghitung total load bed thickness sedimen. Sebelumnya, dilakukan pengambilan pada sepuluh titik sampel tanah dasar Sungai pada daerah studi. Diambil rata-rata nilai butiran sedimen untuk memudahkan simulasi transpor sedimen. Hasil dari simulasi moden sedimen pada penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut.</p> Dr.Ir.Markhaban Siswanto,ST,.Msi,.MT,.IPM Siswanto Copyright (c) 2026 INFOMANPRO 2026-06-26 2026-06-26 15 1 27 37 10.36040/infomanpro.v15i1.12147 MANAJEMEN WAKTU PADA KONSTRUKSI RANCANG DAN BANGUN PEMBANGUNAN DI GEDUNG JANTUNG TERPADU RSUD JAYAPURA https://www.ejournal.itn.ac.id/infomanpro/article/view/14054 <p>Pemeliharaan jaringan irigasi adalah upaya menjaga dan mengamankan jaringan irigasi agar selalu dapat berfungsi dengan baik guna memperlancar pelaksanaan operasi dan mempertahankan kelestariannya melalui kegiatan perawatan, perbaikan, pencegahan dan pengamanan yang harus dilakukan secara terus menerus. Daerah Irigasi Kaubun merupakan salah satu Daerah Irigasi kewenangan pemerintah pusat dengan luas areal baku 1.150 Ha dan areal fungsional 736 Ha yang letak areal kerjanya berada di wilayah Kabupaten Kutai Timur. Daerah Irigasi Kaubun memiliki 1 (satu) bendung, 2 (dua) saluran induk. Sementara itu Pemeliharaan jaringan irigasi belum dilakukan secara rutin dan berkala baik oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Akumulasi Sedimen salah satu masalah utama dalam saluran irigasi sekunder dan dapat menyebabkan penyumbatan saluran, penurunan kapasitas aliran air, dan peningkatan kerusakan infrastruktur.</p> <p>Peneltian ini dilakukan dengan mengevaluasi sistem jaringan irigasi dan melihat beberapa faktor yang mengakibatkan kerusakan saluran dengan berpedoman pada peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat nomor: 12/PRT/M/2015 tanggal: 6 April 2015 tentang eksploitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa rekapitulasi Index Kinerja Sistem Jaringan Irigasi didapatkan nilai optimum terbesar pada aspek Prasarana Fisik dengan nilai 29,01 indeks. Sementara hasil prioritas penanganan utama menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yaitu pada aspek Prasarana Fisik dengan nilai sebesar 0,462 limiting, dan biaya pemeliharaan rutin maupun berkala pada jaringan daerah irigasi kaubun adalah senilai Rp. 3.753.835.675,00.</p> Ihsanudin Andi Sukirno Nusa Sebayang Maranatha Wijayaningtyas Copyright (c) 2026 INFOMANPRO 2026-06-26 2026-06-26 15 1 38 48 10.36040/infomanpro.v15i1.14054 STUDI KELAYAKAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) KABUPATEN SUMBA TENGAH https://www.ejournal.itn.ac.id/infomanpro/article/view/19296 <p>Timbulan sampah merupakan indikator penting dalam perencanaan sistem pengelolaan persampahan, karena menentukan besarnya beban yang harus ditangani oleh suatu wilayah. Kabupaten Sumba Tengah saat ini menghadapi permasalahan dalam pengelolaan sampah, dimana sistem yang ada belum berjalan optimal. Pengelolaan persampahan baru dilakukan secara terbatas di Desa Pondok, Kecamatan Umbu Ratu Nggai Barat, dan di Waibaku, Kecamatan Katikutana seluas 5 Ha, sementara di desa lainnya masih menggunakan metode sederhana seperti penimbunan dan pembakaran sampah. Kondisi ini dipengaruhi oleh ketersediaan lahan pekarangan yang luas, namun berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas lingkungan hidup. Oleh sebab itu diperlukan kajian aspek lingkungan sebagai Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Desa Pondok. Dengan mempertimbangkan aspek teknis, lingkungan, serta sistem pengelolaan yang tepat. Kajian ini bertujuan untuk merumuskan perencanaan TPA yang memenuhi standar pengelolaan lingkungan melalui pendekatan Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL), sehingga dapat meminimalkan dampak negatif dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan.</p> <p>Hasil kegiatan Studi kelayakan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yaitu proses analisis untuk menilai lokasi dan rencana pembangunan TPA di Desa Pondok Kecamatan Umbu Ratu Nggai Barat Kabupaten Sumba Tengah layak dilaksanakan, dimana dinilai dari berbagai aspek, yaitu aspek teknis, aspek lingkungan, aspek ekonomi, dan aspek sosial. Hasil dari aspek teknis sudah sesuai dengan lokasi dan desain TPA termasuk didalamnya kondisi tanah, topografi, ketersediaan akses jalan, jarak dari permukiman sudah sesuai sehingga lingkungan masyarakat tidak terganggu, dapat meminimalisasikan polusi pencemaran udara, dan metode pengolahan sampah dilakukan dengn sanitary landfill, dari aspek lingkungan menilai dampak TPA terhadap lingkungan antara lain diminimalisasikan pencemaran air tanah dan air permukaan, tidak terjadi pencemaran udara (bau, gas metana), meminimalkan dampak terhadap flora dan fauna, dari aspek ekonomi dan finansial, yaitu efesiensi pengelolaan sampah jangka Panjang, dari aspek sosial masyarakat bisa menerima, tidak terjadi konflik sosial, dan Aspek kelembagaan dan manajemen yaitu&nbsp; struktur organisasi pengelola TPA sudah ada, ketersediaan sumber daya manusia dan sistem operasional dan pemeliharaanTPA. Dengan adanya studi kelayakan TPA justru dapat menjadi solusi pengelolaan sampah yang aman, efektif, dan ramah lingkungan di Kabupaten Sumba Tengah.</p> Sriliani Surbakti vega aditama Nusa sebayang Krisna Febrian Anugerahputra Copyright (c) 2026 INFOMANPRO 2026-06-26 2026-06-26 15 1 49 55 10.36040/infomanpro.v15i1.19296 Evaluasi Penggunaan Bata Merah Berbasis Foam Agent terhadap Efisiensi Material dan Produktivitas Pekerjaan Dinding https://www.ejournal.itn.ac.id/infomanpro/article/view/21192 <p>The use of lightweight construction materials is one approach to improving project implementation efficiency while maintaining material quality. This study aims to analyze the effect of foam agent addition on the characteristics of clay bricks and to examine its implications for material efficiency and wall masonry productivity from a construction project management perspective. An experimental method was employed using four foam agent variations of 0%, 5%, 10%, and 15%. Laboratory testing included density, compressive strength, and water absorption of clay bricks. The data were analyzed using quantitative descriptive analysis by comparing the average values of each variation. Material efficiency was evaluated through comparative analysis based on the percentage reduction in density, while the impact on wall masonry productivity was assessed interpretatively using a construction project management approach. The results indicate that increasing the foam agent content reduced the brick density from 939.48 kg/m³ to 836.44 kg/m³, representing a 10.97% reduction at the 15% variation. The addition of foam agent also affected the compressive strength and water absorption of the bricks. The reduction in density provides the potential to improve material efficiency by facilitating transportation, storage, material handling, and installation processes. These conditions also have the potential to enhance wall masonry productivity by reducing workers' physical workload and improving material handling efficiency. The findings suggest that the application of foam agent has the potential to improve construction project efficiency through material weight reduction while maintaining an appropriate balance between the physical and mechanical properties of clay bricks.</p> Nova Nevila Rodhi Bagas Wahyu Adhi Betty Hariyani Dimas Adi Prasetyo vega aditama Copyright (c) 2026 INFOMANPRO 2026-06-26 2026-06-26 15 1 78 85 10.36040/infomanpro.v15i1.21192 PERBAIKAN TANAH DENGAN MENGGUNAKAN PVD dan TIMBUNAN (PRELOADING) di ITS SURABAYA https://www.ejournal.itn.ac.id/infomanpro/article/view/21187 <p>Kebutuhan bangunan di daerah yang ramai sangatlah menantang, treutama daerah seperti di Surabaya. Dari daerah yang ramai seperti di Surabaya adalah tanah yang lunak adalah karakter jenisnya berupa tanah lempung montmorillonite atau bentonite.Untuk mengatasi kebutuhan itu dibutuhkan Prefabricated Vertical Drain (PVD) guna mempercepat proses konsolidasi tanah. Kebutuhan PSD ini sudah layak digunakan bagi bagi bangunan-bangunan tinggi atau area yang luas.</p> <p>Kondisi dengan menggunakan PVD berbagai variasi pola (segitiga) dan jarak pemasangan 1,0 m. Metode yang digunakan meliputi analisis data uji lapangan dan laboratorium tanah, perhitungan parameter konsolidasi, serta simulasi waktu konsolidasi berdasarkan konfigurasi PVD yang berbeda. Kesemuanya dikumpulkan dan dihitung dengan akurat dan benar.</p> <p>Dari hitungan dan beberapa metode, penggunaan beberapa PVD dapat mempercepat waktu konsolidasi bila dibandingkan dengan tidak menggunakan. Bila menggunakan PVD dapat mempercepat d = 1,0 meter U ≈ 90% dalam 7 minggu (pola segitiga), Nilai CV gabungan &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; = 0,05092 m<sup>2</sup> /minggu, Faktor waktu (Tv) = 0,00056, Derajat Konsolidasi (Uv) = 0,0267 %, Koefisien Horizontal (Ch) = 0,10184 m<sup>2</sup>/ minggu, Faktor waktu (Th) = 0,0452, Derajat konsolidasi (Uh)= 27,8 %.</p> Eri Andrian Yudianto vega aditama Copyright (c) 2026 INFOMANPRO 2026-06-25 2026-06-25 15 1 69 77 10.36040/infomanpro.v15i1.21187 PENGEMBANGAN MODEL INFORMASI DIGITAL PADA STRUKTUR JEMBATAN RANGKA BAJA MELALUI PENERAPAN BIM 3D https://www.ejournal.itn.ac.id/infomanpro/article/view/21608 <p>Perkembangan teknologi digital dari metode konvensional menuju pendekatan terintegrasi sangat krusial untuk meminimalkan risiko kesalahan desain dan selisih volume material jembatan. Penelitian ini bertujuan memodelkan struktur 3D Jembatan PT. Sawit Lamandau Raya pasca-konstruksi, menganalisis koordinasi visual elemen, serta mengekstrak kuantitas volume material otomatis melalui <em>Quantity Take-Off</em> (QTO) Autodesk Revit. Metodologi deskriptif kuantitatif diterapkan melalui tahapan pembuatan <em>as-grid</em>, <em>leveling</em>, <em>input</em> material, pemodelan struktur bawah dan atas, serta validasi geometri. Hasil menunjukkan pemodelan 3D sukses memetakan detail kritis jembatan secara presisi. Proses QTO otomatis menghasilkan data volume yang objektif dan mendeteksi deviasi signifikan dibandingkan metode konvensional. Pada pembesian, deviasi volume tulangan <em>Bored Pile</em> A 59,40% dan Abutmen A 55,13% lebih rendah dari metode konvensional. Pada volume beton, deviasi mencolok terjadi pada pondasi sumuran sebesar 73,69%, sedangkan baja struktur pada baut 64,47%. Selisih kuantitas ini dipicu oleh pembulatan angka desimal serta pengabaian volume tumpang tindih (<em>overlap</em>) pada metode konvensional. Sehingga, pendekatan BIM 3D menggunakan Autodesk Revit efektif menyajikan dokumentasi aset yang transparan serta memberikan akurasi perhitungan volume yang unggul untuk manajemen biaya konstruksi jembatan.</p> vega aditama Rambu Bintang Rahmadani Deviany Kartika Copyright (c) 2026 INFOMANPRO 2026-06-25 2026-06-25 15 1 86 96 10.36040/infomanpro.v15i1.21608