ANALISIS TREN JANGKA PANJANG SUHU PERMUKAAN BUMI TERHADAP RISIKO DEGRADASI LAHAN SUMATERA SELATAN

  • Marvell Nicolas Owen Sistem Informasi, Universitas Sriwijaya
  • Chrisjuanito Clancy Sistem Informasi, Universitas Sriwijaya
  • Muhammad Iqbalul Khoiri Sistem Informasi, Universitas Sriwijaya
  • Fathoni Fathoni Sistem Informasi, Universitas Sriwijaya

Abstract

Sumatera Selatan mengalami tekanan ekologis yang signifikan akibat perubahan tutupan lahan dan aktivitas antropogenik yang menyebabkan peningkatan suhu permukaan bumi (Land Surface Temperature/LST) serta memperburuk degradasi ekosistem. Permasalahan utama yang dihadapi adalah meningkatnya LST secara spasial-temporal yang berkorelasi erat dengan penurunan kerapatan vegetasi, namun belum dikaji secara komprehensif di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola perubahan LST dan hubungannya dengan kondisi vegetasi berbasis indeks NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) secara spasial-temporal di Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif berbasis citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS periode 2014–2024 menggunakan platform Google Earth Engine (GEE), mencakup ekstraksi nilai LST dan NDVI per kelas tutupan lahan serta analisis korelasi antara kedua variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas permukiman memiliki LST tertinggi dengan puncak 40,96°C pada tahun 2019, sedangkan kelas hutan mempertahankan LST terendah berkisar 30,56–33,60°C. Terdapat korelasi negatif yang signifikan antara NDVI dan LST, di mana penurunan kerapatan vegetasi berbanding lurus dengan peningkatan suhu permukaan. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan LST dan NDVI secara berkelanjutan sebagai instrumen deteksi dini degradasi lahan dan mitigasi dampak perubahan iklim

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2026-07-31