ANALISIS PEMANFAATAN APLIKASI SIKS-NG BERDASARKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
Abstract
Penerapan teknologi informasi dalam pelayanan publik melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, akurasi, dan transparansi pengelolaan data kesejahteraan sosial di tingkat daerah. Sistem ini diharapkan mampu mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam penyaluran bantuan sosial. Namun, dalam implementasinya masih terdapat berbagai permasalahan, khususnya terkait tingkat penerimaan dan pemanfaatan aplikasi oleh operator, seperti keterbatasan kemudahan penggunaan, kurangnya pelatihan, serta kondisi infrastruktur yang belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Perceived Ease of Use (PEOU) dan Perceived Usefulness (PU) terhadap pemanfaatan aplikasi SIKS-NG di Kabupaten Indragiri Hilir dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei dengan penyebaran kuesioner kepada 22 responden, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda berbasis Python. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel Perceived Usefulness berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemanfaatan aplikasi, sedangkan Perceived Ease of Use tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan koefisien determinasi sebesar 0,790, yang menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 79% variasi pemanfaatan aplikasi SIKS-NG. Temuan ini menegaskan bahwa aspek kegunaan menjadi faktor dominan dalam mendorong pemanfaatan aplikasi oleh operator
Downloads
Copyright (c) 2026 JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









