Pengaruh Window Wall Ratio (WWR) Terhadap Pencahayaan Alami Rumah Subsidi
Main Article Content
Abstract
Salah satu strategi mengoptimalkan pencahayaan alami adalah dengan cara memasukkan cahaya matahari dari samping bangunan atau atas bangunan. Salah satu penghalang yang sering dijumpai pada rumah tinggal adalah dinding yang berfungsi sebagai pagar rumah. Untuk menekan biaya pembangunan, sebagian besar rumah subsidi mempunyai luasan jendela yang kecil pada bagian depan rumah. Selain itu kebanyakan dari pemilik rumah subsidi membangun pagar berupa dinding yang masif, atap teras, dan atap carport sehingga semakin mengurangi cahaya yang masuk ke dalam rumah. Perbandingan luasan jendela terhadap luas total fasad rumah dapat dihitung dengan WWR (Window Wall Ratio). Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai WWR yang mampu mengotimalkan pencahayaan alami pada rumah subsidi yang telah mempunyai pagar dan tambahan atap di bagian depan rumah. Sampel penelitian yang digunakan adalah rumah subsidi dengan tipe 32/65 yang menghadap ke arah timur. Parameter yang digunakan adalah daylighting level dan tingkat keseragaman cahaya (uniformity ratio). Eksperimen dengan Autodesk Ecotect Analysis 2011 dilakukan sebanyak 4 kali, yaitu: nilai WWR diatur sebesar 0.05 (kondisi eksisting), WWR 0.1 (SNI S-01-1991-03), WWR 0.16, dan WWR 0.22. Hasilnya menunjukkan model terbaik adalah model dengan WWR tertinggi (WWR 0,22) karena mempunyai nilai lux yang paling optimal untuk ruang kerja dan mempunyai tingkat keseragaman cahaya yang tinggi sedangkan model terburuk adalah model eksisting (WWR 0,05) karena mempunyai nilai lux yang rendah (terutama untuk ruang kerja) dan mempunyai uniformity ratio paling rendah daripada model lainnya.