Eksplorasi Desain Secondary Skin Berbahan Paranet Sebagai Solusi Kenyamanan Termal Pada Fasad Gedung Arsitektur Polnes

Main Article Content

Ayu Asvita
Feliksdinata Pangasih
Bhanu Rizfa Hakim

Abstract

Fasad Gedung Program Studi Arsitektur Polnes di Samarinda didominasi material kaca tanpa shading device, menyebabkan ruang kelas mengalami panas berlebih akibat tingginya radiasi matahari pada iklim tropis. Solusi secondary skin konvensional seperti ACP atau kaca tempered memiliki biaya tinggi yang sering tidak terjangkau., sehingga diperlukan material alternatif yang murah, ringan dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain secondary skin berbahan paranet ( jarring HDPE/polyethylene), material yang selama ini hanya digunakan di sektor agrikultur, sebagai solusi fungsional sekaligus estetis. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed method eksploratif-eksperimental,  meliputi studi literatur, observasi lapangan, analisi tiga parameter utama ( jenis material, sudut jatuh matahri, dan orientasi bangunan), pemodelan 3D menggunakan SketchUp, serta evaluasi komparatif pada tiga bidang fasad bermasalah seluas total 778,6 m². Penelitian menghasilkan dua alternatif desain, yaitu modul eggcrate segitiga dan modul eggcrate persegi berpola anyaman, dengan paranet kerapatan 65%-75%. Modul eggcrate segitiga direkomendasikan sebagai desain terbaik karena memiliki shading coefficient terendah (SC=0,10), ketahanan structural optimal terhadap angin dan potensi reduksi suhu interior hingga 4°C, membuktikan paranet dapat menjadi alternatif material secondary skin yang terjangkau dan berkelanjutan bagi bangunan tropis

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

DB Error: Unknown column 'Array' in 'WHERE'