Dokumentasi Digital Berbasis Anatomi Bangunan Sebagai Strategi Mitigasi Kehilangan Data Spasial dan Arsitektural Rumah Adat Sumba Terhadap Resiko Kebakaran Berulang
Main Article Content
Abstract
Rumah adat Sumba merupakan warisan arsitektur vernakular yang menyimpan informasi tentang geometri, struktur, material, tata ruang, pola permukiman, serta kosmologi Marapu. Dominasi material mudah terbakar berupa kayu, bambu, dan alang-alang, konfigurasi bangunan yang berdekatan, musim kering, keterbatasan pasokan air, dan rendahnya kapasitas proteksi kebakaran menjadikan kampung adat Sumba sangat rentan terhadap kebakaran berulang. Kerusakan yang terjadi tidak hanya menghilangkan bangunan, tetapi juga menghapus data yang diperlukan untuk menilai kerusakan dan mempertahankan autentisitas rekonstruksi. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka dokumentasi digital berbasis anatomi bangunan sebagai strategi mitigasi kehilangan data spasial dan arsitektural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui kajian konseptual, telaah literatur, sintesis kasus kebakaran, identifikasi anatomi rumah adat pada skala permukiman, bangunan, dan elemen, serta pemetaan fungsi teknologi dokumentasi digital. Hasil kajian menghasilkan lima kelompok data prioritas, yaitu data geometrik, struktural, material, keruangan, dan permukiman. Kerangka yang diusulkan mengintegrasikan UAV, fotogrametri terestrial, pengukuran lapangan, HBIM, GIS, dan repositori digital untuk membentuk baseline kondisi eksisting, mendukung perbandingan sebelum-sesudah bencana, serta menyediakan dasar rekonstruksi berbasis bukti. Dokumentasi digital dengan demikian perlu diposisikan sebagai instrumen konservasi preventif dan manajemen risiko, bukan hanya sebagai media visualisasi.