Pawon: Jurnal Arsitektur https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon <p><strong>PAWON: Jurnal Arsitektur</strong> is a scientific journal published by the Department of Architecture of the Faculty of Civil Engineering and Planning at Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang that accommodates research results and scientific thought products in the field of architecture and the built environment.&nbsp;Jurnal PAWON accepts articles both in English and Bahasa. This journal is scheduled 2 (two) times a year, January and July, and reviewed by independent reviewers with expertise in the field of architecture and the built environment.</p> <p>PAWON literally means "kitchen" in the Javanese language, which is derived from the root word awu or dust. Philosophically, we hope that PAWON will become a place to mix the novelty of knowledge in the field of architecture and the built environment.&nbsp;</p> <p>The editor invites all relevant parties to contribute to publishing scientific articles that have never been published before. For manuscripts, online submission is simply to visit the link <a href="https://ejournal.itn.ac.id/index.php/pawon/about/submissions">HERE</a>, and for further information, you can contact us at <a href="mailto:%20jurnal_pawon@scholar.itn.ac.id">jurnal_pawon@scholar.itn.ac.id</a></p> <p>Pawon: Jurnal Arsitektur is proudly collaborating with the <a href="https://drive.google.com/file/d/1hqiCY-sZfj9ZdvN-_Nz-aPbvM9-21eu5/view?usp=sharing">Indonesian Institute of Architects</a>:<br>Our Journal has been featured on<strong> SINTA (4)</strong> based on<a href="https://drive.google.com/file/d/1KJrtQv1M2hjpiHOZVm_1jAgWMq9VkiQb/view?usp=sharing"> KEPMENRISTEK 72/E/KPT/2024</a> valid for five years from vol 7 no 2 2023 to 2028<br><br><span style="box-sizing: border-box; margin: 0px; padding: 0px;">To support our financing and&nbsp;<span style="box-sizing: border-box; margin: 0px; padding: 0px;">management,&nbsp;<strong>we request a small payment </strong></span><strong>contribution</strong> from the author after the desk review process.</span> <br>If you want to know this in advance, please get in touch with us.&nbsp;<br><br>Indexing and Abstracting :<br><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/7444">SINTA</a> |&nbsp;<a href="https://scholar.google.com/citations?authuser=6&amp;user=El07tysAAAAJ">Google Scholar</a> | <a href="http://garuda.ristekbrin.go.id/journal/view/17325">Garuda</a> | <a href="https://www.worldcat.org/search?q=pawon+jurnal+arsitektur&amp;qt=owc_search">WorldCat</a> | <a href="https://onesearch.id/Repositories/Repository?search=PAWON&amp;btn=Search">OneSearch</a> | <a href="https://search.crossref.org/?q=+2597-7636">Crossref</a> | <a href="https://index.pkp.sfu.ca/index.php/browse/index/9679">PKPIndex</a> | <a href="https://www.neliti.com/journals/pawon">Neliti</a> | <a href="https://moraref.kemenag.go.id/archives/journal/98893412975003144">Moraref</a></p> en-US jurnal_pawon@scholar.itn.ac.id (Debby Budi Susanti) nelzamiqbal@lecturer.itn.ac.id (Muhammad Nelza Mulki Iqbal) Tue, 04 Aug 2026 00:00:00 +0700 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pengaruh Window Wall Ratio (WWR) Terhadap Pencahayaan Alami Rumah Subsidi https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/18077 <p><em>Salah satu strategi mengoptimalkan pencahayaan alami adalah dengan cara memasukkan cahaya matahari dari samping bangunan atau atas bangunan. Salah satu penghalang yang sering dijumpai pada rumah tinggal adalah dinding yang berfungsi sebagai pagar rumah. Untuk menekan biaya pembangunan, sebagian besar rumah subsidi mempunyai luasan jendela yang kecil pada bagian depan rumah. Selain itu kebanyakan dari pemilik rumah subsidi membangun pagar berupa dinding yang masif, atap teras, dan atap carport sehingga semakin mengurangi cahaya yang masuk ke dalam rumah. Perbandingan luasan jendela terhadap luas total fasad rumah dapat dihitung dengan WWR (Window Wall Ratio). Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai WWR yang mampu mengotimalkan pencahayaan alami pada rumah subsidi yang telah mempunyai pagar dan tambahan atap di bagian depan rumah. Sampel penelitian yang digunakan adalah rumah subsidi dengan tipe 32/65 yang menghadap ke arah timur. Parameter yang digunakan adalah daylighting level dan tingkat keseragaman cahaya (uniformity ratio). Eksperimen dengan Autodesk Ecotect Analysis 2011 dilakukan sebanyak 4 kali, yaitu: nilai WWR diatur sebesar 0.05 (kondisi eksisting), WWR 0.1 (SNI S-01-1991-03), WWR 0.16, dan WWR 0.22. Hasilnya menunjukkan model terbaik adalah model dengan WWR tertinggi (WWR 0,22) karena mempunyai nilai lux yang paling optimal untuk ruang kerja dan mempunyai tingkat keseragaman cahaya yang tinggi sedangkan model terburuk adalah model eksisting (WWR 0,05) karena mempunyai nilai lux yang rendah (terutama untuk ruang kerja) dan mempunyai uniformity ratio paling rendah daripada model lainnya.</em></p> Yunita Ardianti Sabtalistia Copyright (c) 2026 Pawon: Jurnal Arsitektur https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/18077 Mon, 03 Aug 2026 19:52:54 +0700 Dinamika Proses Perbaikan Permukiman Kumuh di Kampung Anak Kali Ciliwung, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/18939 <p><em>Proses perbaikan permukiman kumuh di Kampung Anak Kali Ciliwung merupakan rangkaian upaya peningkatan kualitas lingkungan yang dilakukan secara bertahap melalui inisiatif masyarakat dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Transformasi tersebut tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dihadapkan pada berbagai tantangan sosial, politik, dan kelembagaan. Kondisi ini menunjukkan perlunya memahami perbaikan permukiman tidak hanya sebagai intervensi fisik, tetapi sebagai proses sosial yang menghasilkan pembelajaran bagi praktik pembangunan. Artikel ini bertujuan menganalisis dinamika proses perbaikan kumuh dari praktik perbaikan permukiman kumuh yang dilakukan Komunitas Anak Kali Ciliwung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada Kampung Anak Kali Ciliwung. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola dinamika proses penataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perbaikan berlangsung dalam tiga periode, yaitu penataan mandiri, penataan formal, dan pasca-proyek, dengan karakteristik aktor, tata laksana, partisipasi, dan capaian yang berbeda pada setiap fase. Analisis proses mengungkap pola hubungan yang saling terkait, di mana cara pelaksanaan memengaruhi kualitas partisipasi, sementara tingkat partisipasi berkorelasi dengan keberlanjutan hasil fisik dan ikatan sosial. Artikel ini menegaskan bahwa proses perbaikan permukiman perlu dipahami tidak hanya sebagai intervensi fisik semata, melainkan sebagai proses sosial dan politik yang dinamis dan berkelanjutan. </em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><strong><em>: perbaikan permukiman kumuh, kolaborasi, partisipasi masyarakat, keberlanjutan</em></strong></p> Zuraida, Ahmad Sarwadi Copyright (c) 2026 Pawon: Jurnal Arsitektur https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/18939 Mon, 03 Aug 2026 20:04:30 +0700 Desain Master Plan Eduwisata Bukit Matahari Desa Panglugan, Kec. Wonosalam, Kab. Jombang https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/20426 <p><em>Wisata Edukasi Bukit Matahari terletak di Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang merupakan kawasan di dataran tinggi yang masuk dalam jalur wisata antar kota. Lokasi ini merupakan pengembangan kawasan wisata berbasis potensi alam dan budaya lokal dengan pendekatan lanskap, &nbsp;kondisi lingkungan, dan karakter desa.</em> <em>Untuk mendapatkan data akurat potensi dan kondisi riil obyek dilakukan observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat, pemerintah desa, dan pengelola wisata. Hasilnya bahwa Bukit Matahari memiliki potensi besar sebagai ruang pembelajaran terbuka melalui pemanfaatan panorama alam, komoditas lokal seperti kopi dan durian, serta penyediaan fasilitas rekreatif-edukatif yang mendukung pengalaman wisata alam yang informatif dan menyenangkan</em><em>. </em><em>Sehingga desain rancangan ditekankan pada prinsip keberlanjutan dengan melibatkan masyarakat dan peningkatan kualitas lingkungan yang diharapkan dapat menumbuhkembangkan ekonomi desa dan masyarakat, sosial-budaya, serta pelestarian lingkungan sebagai destinasi wisata unggulan desa yang berbasis masyarakat.</em></p> Debby Budi Susanti, Gaguk Sukowiyono, Amar Rizqi Afdholy, Yohanes Adi K Patut Copyright (c) 2026 Pawon: Jurnal Arsitektur https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/20426 Mon, 03 Aug 2026 00:00:00 +0700 Redesain Kawasan Blok T Blora Sebagai Ruang Publik Kreatif Untuk Peningkatkan Ekonomi dan Sosial Budaya https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/18193 <p><em>Blok T Blora functions as a center for local culinary products and souvenirs while also serving as a public space for community activities. The area accommodates diverse economic and social functions, including the sale of local specialties such as coconut milk coffee, tempeh chips, corn crackers, and batik with teak leaf motifs, as well as traditional Blora cuisine. In addition, Blok T operates as a transit point for intercity buses, a temporary car trading venue on weekends, and a recreational space for children in the evening. However, the existing spatial arrangement—particularly in the southern area where angkringan stalls are located—remains inadequate. Limited public facilities, the absence of elements reflecting local identity, and insufficient vegetation contribute to reduced environmental comfort, especially during daytime activities.</em></p> <p><em>This study aims to propose a redesign of the Blok T area to optimize its economic and socio-cultural potential. The research applies a design-based approach that emphasizes local identity, creative economy development for small and medium enterprises (SMEs), and the improvement of public space quality. The proposed design is expected to create a more representative public environment that strengthens local cultural character, enhances the attractiveness of culinary tourism and SME products, and supports community interaction. Ultimately, the redesign is intended to contribute to local economic development while reinforcing the socio-cultural vitality of the Blora community.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> SINTIA DEWI WULANNINGRUM, Flavenie Nathania Copyright (c) 2026 Pawon: Jurnal Arsitektur https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/18193 Mon, 03 Aug 2026 21:57:36 +0700 Revitalisasi Wisata Desa Baros Melalui Perancangan Agrowisata Interaktif Berbasis Budaya Sunda https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/18976 <p><em>Pengembangan desa wisata dapat meningkatkan perekonomian dan kemandirian masyarakat lokal. Desa Baros terletak di Kabupaten Bandung, memiliki kekayaan hasil pertanian, sembilan mata air alami, dan sudah ditetapkan sebagai desa wisata oleh pemerintah, hanya saja potensi yang ada pada desa ini belum dioptimalkan. Penelitian ini bertujuan merumuskan solusi revitalisasi kawasan wisata Desa Baros yang terbengkalai melalui perancangan kawasan agrowisata berbasis budaya Sunda dengan pendekatan interaktif dan partisipatif. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kualitatif berbasis design thinking dengan tahapan observasi, wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) dengan pihak desa, pengukuran site dan dokumentasi, kemudian data dianalisis dan dibuat solusi berupa visualisasi perancangan dan pengembangan area wisata. Penelitian diakhiri dengan diseminasi, penyerahan hasil perancangan, dan umpan balik dari pihak desa. Hasil perancangan menunjukkan bahwa revitalisasi kawasan dapat diwujudkan melalui penataan tematik area agrowisata, kolam renang, UMKM, perkemahan, taman bermain, dan fasilitas publik lain untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan pengunjung. Hasil diseminasi dan umpan balik dari masyarakat dan aparat desa setempat terbukti menunjukkan respon positif terhadap hasil perancangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perancangan berbasis potensi lokal dan pengalaman interaktif dapat menjadi strategi pengembangan desa wisata yang aplikatif, berkelanjutan, dan berpotensi direplikasi dan diadaptasi untuk kawasan desa wisata lainnya di Indonesia.</em></p> Athifa Sri Ismiranti, Irwana Zulfia Budiono, Akhmadi Akhmadi Copyright (c) 2026 Pawon: Jurnal Arsitektur https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/18976 Mon, 03 Aug 2026 22:13:08 +0700 Keterikatan Tempat Dan Perilaku Pro-Lingkungan Dalam Infrastruktur Permukiman: Tinjauan Literatur Sistematis https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/20630 <p><em>Penelitian ini mensintesis hubungan antara place attachment dan perilaku pro-lingkungan dalam konteks lingkungan binaan perkotaan dan permukiman. Kajian dilakukan menggunakan Systematic Literature Review mengacu pada PRISMA 2020. Pencarian literatur melalui Scopus menghasilkan 24 rekaman, dengan 14 artikel terbitan 2016–2026 yang memenuhi kriteria dan dianalisis secara tematik naratif. Hasil menunjukkan bahwa place attachment umumnya berhubungan positif dengan perilaku pro-lingkungan, meskipun kekuatan hubungan tersebut berbeda berdasarkan konteks tempat, dimensi keterikatan, dan jenis perilaku. Place identity cenderung lebih terkait dengan perilaku pro-lingkungan dibandingkan place dependence. Kualitas lingkungan residensial, ruang hijau, fasilitas publik, nilai lanskap, identitas budaya, dan interaksi sosial membentuk pengalaman ruang yang memperkuat keterikatan terhadap tempat. Empati, kepuasan residensial, dan kesadaran lingkungan berperan sebagai mekanisme psikososial, sedangkan kondisi sosial ekonomi, akses sumber daya, norma sosial, dan dukungan kelembagaan memengaruhi penerjemahan keterikatan menjadi tindakan. Kajian ini menghasilkan kerangka konseptual bagi perencanaan lingkungan binaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.</em></p> Nur Ad'ha Yuda, Muhammad Sani Roychansyah Copyright (c) 2026 Pawon: Jurnal Arsitektur https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/20630 Mon, 03 Aug 2026 22:28:07 +0700 Faktor Pembentuk Kebetahan Siswa Sekolah Berasarama Melalui Perspektif Desain Spasial dan Psikologi Lingkungan https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/20834 <p>Sekolah berasrama merupakan lingkungan hunian 24 jam yang berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan hidup dan psikologis remaja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor fisik dan non-fisik yang memengaruhi kenyamanan, kepuasan, dan kebetahan siswa di sekolah berasrama dari perspektif desain spasial dan psikologi lingkungan. Menggunakan pendekatan kualitatif empiris dengan tinjauan literatur terhadap 15 artikel jurnal dan wawancara mendalam terhadap 10 partisipan alumni yang telah melewati tahap awal dan akhir selama bersekolah di sekolah berasrama melalui purposive sampling dengan masa tinggal minimal satu tahun. Data dianalisis menggunakan analisis tematik deskriptif dengan triangulasi sumber. Temuan menunjukkan kebetahan dipengaruhi oleh interaksi faktor fisik ketersediaan area terbuka hijau, ruang komunal, privasi spasial, dan utilitas dasar serta faktor non-fisik: solidaritas pertemanan, regulasi yang fleksibel, kualitas makanan, dan dukungan tenaga pendidik. Solidaritas pertemanan merupakan faktor betah paling dominan dari 10 responden, sementara ketiadaan privasi spasial merupakan keluhan fisik paling banyak diungkapkan. Secara konseptual, ketiga dimensi place attachment place dependence, social bonding, dan place identity sangat berkaitan dan membentuk kebetahan siswa.</p> Fatimah Musyhidah, Yuni Maharani Copyright (c) 2026 Pawon: Jurnal Arsitektur https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/20834 Mon, 03 Aug 2026 23:57:27 +0700 Arsitektur Eklektik pada Permukiman Heritage Jawa : Studi Kampung Between Two Gates, Kotagede, Yogyakarta https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/20133 <p><em>Kampung Between Two Gates di Kotagede, Yogyakarta, merupakan koridor permukiman heritage Jawa yang memperlihatkan perpaduan unsur arsitektur tradisional, kolonial, dan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakter arsitektur eklektik kawasan melalui pembacaan integrasi gaya, kesatuan visual, identitas kawasan, adaptasi fungsi, konteks sosial budaya, serta elemen fisik dan material. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi lapangan, dokumentasi visual, wawancara semi-terstruktur, dan studi literatur. Analisis dilakukan melalui reduksi data, analisis visual-deskriptif, dan interpretasi kontekstual berdasarkan konsep eklektisisme, morfologi kawasan, serta genius loci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur eklektik di Between Two Gates tidak terbentuk secara acak, melainkan melalui proses historis dan sosial yang mempertemukan rumah Jawa, Rumah Kalang, elemen kolonial, dan intervensi modern. Rata-rata penilaian observasi sebesar 4,6 menunjukkan bahwa kawasan tersebut masih memiliki kualitas eklektik dan nilai heritage yang sangat kuat. Kesatuan visual dibentuk oleh koridor linear, regol, ritme bukaan, palet material alami, serta jalan rukunan sebagai ruang komunal. Tantangan utama terletak pada perubahan skala bangunan, penggunaan material modern yang kurang kontekstual, serta alih fungsi wisata yang berpotensi mengganggu identitas kawasan. Penelitian ini menegaskan perlunya pelestarian adaptif berbasis komunitas melalui pedoman fasad, kontrol material, inventarisasi bangunan, serta penguatan partisipasi warga.</em></p> Nadia Trikarlina Laraswati, Yoanda Sahadevi, Imantaka Khairiantama, Danielo Kaisiepo, Ibnu Sasongko Copyright (c) 2026 Pawon: Jurnal Arsitektur https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/20133 Tue, 04 Aug 2026 00:17:20 +0700 More Than Meets the Eye: Multisensory Experiences in Javanese Traditional Architecture https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/20065 <p>Adaptive reuse increasingly repositions Javanese aristocratic dwellings (ndalem) as commercial and cultural venues, yet the literature on heritage atmosphere has been dominated by visual and architectural analysis, leaving the full sensorium of these buildings comparatively unexamined. Ndalem Ngabean, a former princely residence in Yogyakarta offers a vantage point from which to ask how visitors and custodians construct a sense of authenticity through bodily, multisensory engagement rather than through visual appraisal alone. This study employed a qualitative phenomenological design through in-depth semi-structured interviews and triangulated with observation, then analysed using thematic analysis. Findings reveals Visual experience was structured around authenticity and splendour in the heritage gaze, anchored in the genuineness of teak joglo construction. Auditory experience cohered around a gamelan soundscape functioning as a vehicle of sacred calm. Olfactory experience was distinguished by the deliberate absence of scent. Tactile and thermal experience merged into a single embodied theme of coolness and material authenticity felt in the body. The findings extend Pallasmaa's and Zumthor's phenomenology of architecture into a non-Western, commercially adapted heritage context, demonstrating that multisensory restraint rather than embellishment is the key mechanism sustaining perceived authenticity in living heritage sites.</p> Dian Inayah Zahrah Pombo, Didit Novianto, Dewi Septanti Copyright (c) 2026 Pawon: Jurnal Arsitektur https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/20065 Tue, 04 Aug 2026 19:36:46 +0700 Penentuan Indikator Kumuh Kawasan Kitun Kel. Barabai Darat Kab. Hulu Sungai Tengah https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/20333 <p><em>Barabai Darat Village, located in the center of Barabai City, is the most densely populated urban village in Hulu Sungai Tengah Regency. Within this area, the Kitun Settlement occupies a strategic location with considerable social, economic, and cultural potential for urban development. However, rapid population growth has increased the risk of slum formation, highlighting the need to identify slum indicators as a basis for effective settlement upgrading. This study aims to identify the slum indicators of the Kitun Settlement to support evidence-based slum management and environmental improvement strategies. A qualitative research approach was adopted to obtain an in-depth understanding of the settlement conditions through direct field engagement. Data were collected through field observations, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using descriptive qualitative analysis to assess the existing conditions and identify slum characteristics. The findings reveal that the Kitun Settlement fulfills seven slum indicators, indicating the need for comprehensive environmental quality improvement. The study further suggests that effective slum upgrading should be supported by integrated planning, sustainable financing mechanisms involving collaboration between central and local governments, and strategic guidelines for slum prevention and settlement quality improvement. These findings provide an evidence-based reference for policymakers and urban planners in developing sustainable and integrated strategies for managing slum settlements in rapidly urbanizing areas.</em></p> Andi Achmad Priyadharma, Sa’dianoor, Amar Rizqi Afdholy Copyright (c) 2026 Pawon: Jurnal Arsitektur https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/20333 Tue, 04 Aug 2026 00:56:33 +0700 Eksplorasi Desain Secondary Skin Berbahan Paranet Sebagai Solusi Kenyamanan Termal Pada Fasad Gedung Arsitektur Polnes https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/20267 <p><em>Fasad Gedung Program Studi Arsitektur Polnes di Samarinda didominasi material kaca tanpa shading device, menyebabkan ruang kelas mengalami panas berlebih akibat tingginya radiasi matahari pada iklim tropis. Solusi secondary skin konvensional seperti ACP atau kaca tempered memiliki biaya tinggi yang sering tidak terjangkau., sehingga diperlukan material alternatif yang murah, ringan dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan desain secondary skin berbahan paranet ( jarring HDPE/polyethylene), material yang selama ini hanya digunakan di sektor agrikultur, sebagai solusi fungsional sekaligus estetis. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed method eksploratif-eksperimental,&nbsp; meliputi studi literatur, observasi lapangan, analisi tiga parameter utama ( jenis material, sudut jatuh matahri, dan orientasi bangunan), pemodelan 3D menggunakan SketchUp, serta evaluasi komparatif pada tiga bidang fasad bermasalah seluas total 778,6 m</em><em>². Penelitian menghasilkan dua alternatif desain, yaitu modul eggcrate segitiga dan modul eggcrate persegi berpola anyaman, dengan paranet kerapatan 65%-75%. Modul eggcrate segitiga direkomendasikan sebagai desain terbaik karena memiliki shading coefficient terendah (SC=0,10), ketahanan structural optimal terhadap angin dan potensi reduksi suhu interior hingga 4°C, membuktikan paranet dapat menjadi alternatif material secondary skin yang terjangkau dan berkelanjutan bagi bangunan tropis</em></p> Ayu Asvita, Feliksdinata Pangasih, Bhanu Rizfa Hakim Copyright (c) 2026 Pawon: Jurnal Arsitektur https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/20267 Tue, 04 Aug 2026 19:12:27 +0700 Dokumentasi Digital Berbasis Anatomi Bangunan Sebagai Strategi Mitigasi Kehilangan Data Spasial dan Arsitektural Rumah Adat Sumba Terhadap Resiko Kebakaran Berulang https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/21049 <p><em>Rumah adat Sumba merupakan warisan arsitektur vernakular yang menyimpan informasi tentang geometri, struktur, material, tata ruang, pola permukiman, serta kosmologi Marapu. Dominasi material mudah terbakar berupa kayu, bambu, dan alang-alang, konfigurasi bangunan yang berdekatan, musim kering, keterbatasan pasokan air, dan rendahnya kapasitas proteksi kebakaran menjadikan kampung adat Sumba sangat rentan terhadap kebakaran berulang. Kerusakan yang terjadi tidak hanya menghilangkan bangunan, tetapi juga menghapus data yang diperlukan untuk menilai kerusakan dan mempertahankan autentisitas rekonstruksi. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka dokumentasi digital berbasis anatomi bangunan sebagai strategi mitigasi kehilangan data spasial dan arsitektural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui kajian konseptual, telaah literatur, sintesis kasus kebakaran, identifikasi anatomi rumah adat pada skala permukiman, bangunan, dan elemen, serta pemetaan fungsi teknologi dokumentasi digital. Hasil kajian menghasilkan lima kelompok data prioritas, yaitu data geometrik, struktural, material, keruangan, dan permukiman. Kerangka yang diusulkan mengintegrasikan UAV, fotogrametri terestrial, pengukuran lapangan, HBIM, GIS, dan repositori digital untuk membentuk baseline kondisi eksisting, mendukung perbandingan sebelum-sesudah bencana, serta menyediakan dasar rekonstruksi berbasis bukti. Dokumentasi digital dengan demikian perlu diposisikan sebagai instrumen konservasi preventif dan manajemen risiko, bukan hanya sebagai media visualisasi.</em></p> Moh Syahru Romadhon Sholeh, Sri Winarni, Nurul Aini Copyright (c) 2026 Pawon: Jurnal Arsitektur https://www.ejournal.itn.ac.id/pawon/article/view/21049 Tue, 04 Aug 2026 19:23:31 +0700